Senin, 01 Februari 2010

TRAINING MOTIVASI “Hadapi UAN, Siapa Takut?”

I. What it’s UAN?
Semua siswa akan menghadapi titik yang dianggap sekarang sangat rawan, yaitu Ujian Akhir Nasional (UAN). Tidak sedikit para pelajar yang kandas harapannya di UAN. Selama ini masyarakat/pelajar telah salah kaprah dalam memahami UAN. Mereka berasumsi bahwa intelektuallah kunci untuk dapat lulus UAN.

Kasus di atas merupakan sebuah pemahaman yang harus diluruskan, guna memberikan sebuah pemahan dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional.
Faktor yang sangat urgen dan perlu diperhatikan dalam menghadapi UAN adalah teknis dalam mengisi lembaran jawaban. Selama ini yang dianggap sepele. Berdasarkan Hasil Surve yang dilakukan oleh beberapa lembaga surve menunjukan bahwa tinggkat ketidak lulusan siswa paling banyak disebabkan oleh faktor kesalahan dalam mengisi pada lembaran jawaban.
.
Perlu diingat bahwa lembaran jawaban UAN bukan diperiksa secara menual, akan tetapi dengan memakai sistem komputer. Komputer tidak ada istilah toleransi. Sedikit saja salah pada lembaran jawaban, maka tidak akan dapat dibaca jawaban anda.

II. Kesiapan Materi
1. Kuasai Konsep Materi Pembelajaran
2. Kuasai Rumus-Rumus
3. Pahami Wacana (gagasan)
4. Belajar Rileks (long term memory)
5. Pelajari Soal-soal UAN

III. Kesiapan Fisik dan Psikis
1. Jaga kesehatan
2. Komsumsi makanan bergizi
3. Kurangi bergadang
4. Refresh memory
5. Hindari Stres
6. Konsentrasi

IV. Fasilitas/Peralatan
1. Alat
a. Gunakan Pensil Berkualitas (minimal 3 Pensil)
b. Penghapus standar (minimal 3 Pensil)
c. Rol standar; servis lobang rol
d. Siapkan tisu
e. Bawa sapu tangan

2. Periksa Lembaran Jawaban (keutuhan):
a. Robek
b. Terlipat
c. Bolong
d. Corengan

V. Tehnik Urgen dalam Pengisian
Teknis Soal
1. Baca soal dengan kritis dan analisis
2. Jangan terpana dengan wacana (fokus ke pertanyaan)
3. Tinggalkan soal susah
4. Cermati Pengecoh
Teknis Pengisian
1. Tuliskan Biodata terlebih dahulu
2. Hitamkan dengan rapi, jangan keluar dari lingkaran
3. Bila salah, hapus dengan bagus, jangan hanya dengan satu penghapus
4. Jangan telalu kuat ditekan pensil (tembus)
5. Hapus keringat, jangan sampai membasahi lembaran jawaban.
6. Jangan gunakan tangan untuk menghapus sisa pesil, tapi pakai tisu.

Warna-warni Dayah Mudi Mesra

Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan rahmah bagi setiap insan, khususnya ummat yang beragama muslim. Di bulan itu, Allah SWT memberikan kesempatan kepada setiap umat manusia untuk membersihkan diri dari berbagai kesalan dengan limpahan pahala dan rahmat.
Bulan yang penuh maqfirah ini tidak disia-siakan oleh umat Islam yang ada di seluruh jagat raya. Siang harinya melakuakan ibadah puasa, tidak hanya menahan haus dan lapar, akan tetapi menjaga tingkah laku atau perbuatan-perbuatan yang dapat membatalkan pahala puasa, di tambah lagi pada malamnya dengan berbagai macam ibadah lainnya.
Sementara itu, dayah/pesantren yang ada di Aceh, juga tidak kalahnya mengaplikasikan perannya dalam bulan Ramadan. Dayah merupakan lembaga pendidikan Islam terkuat di Aceh yang merupan industri untuk memproduksi generasi muda yang Isalami. Sehingga kehadiran dayah di kalangan masyrakat Aceh layaknya sebagai penerang Aceh di akhir zaman ini.
Salah satunya adalah dayah MUDI MESRA Samalanga yang terletak di kabupaten Bireun, dayah ini merupakan dayah yang terbesar di Aceh, yang santrinya mencapai dua ribuan lebih. “Setiap ramadhan MUDI MESRA selalu melaksanakan berbagi kegiatan” ungkap Tgk. Muhammad Kudra, salah satu santri MUDI MESRA yang sekarang menduduki kelas delapan.
Selain melaksanakan ibadah puasa, juga banyak kegiatan-kegiatan keagamaan yang mewarnai dayah dalam menghidupkjan bulan Ramadan. Baik bersifat personal dengan ilahi maupun kegiatan bakti atau aplikasi ilmu kepada masyarakat.
Tgk. Muhammad Kudra misalnya, beliau melaksanakan khalud sebulan penuh dalam bual ramadahan yang bertempat di Dayah. “alhamdulilah saya tealah dapat menyelesaikan khalud Ramadan ini” kata pria kelahiran Nagan Raya itu.
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di Dayah MUDI MESRA pada Ramadan 1430 H ini terdiri atas lima buah paket acara. Dan kegiatan ini sedah menjadi kegiatan rutinitas setiap tahunnya yang dilaksanakan di Dayah MUDU MESRA.
Peratama, Suloq. Yaitu kegiatan yang dilaksanakn di Dayah. Durasinya bervariasi, bisa sepuluh hari awal. tengah, akhir maupun penuh ketiga puluh harinya. Peserta suloq tidak hanya santri, akan tetapi dibuka untuk umum “siapa saja boleh mengikitinya” imbuh Ahmad Khairan salah seorang santri. Setiap perserta yang mengikutu suluq tidak diperbolehkan untuk mengkonsumnya makanan yang berdarah, seperti daging, ikan dan lainnya. Akantetapi yang boleh dikonsumsi seperti sayuran dan makan lain yang tidak berdarah.
Ibadah suluq ini diisi dengan tawajuh di setiap setelah melaksanakan shalat lima waktu, dan selalu rutin selama mengikutinya. Setiap perserta akan dibimbing oelh seorang khalifah.
Kedua, Khalud; durasi dan peserta sama dengan suluq. Yang membedakannya dari suluq, khaluq boleh mengkonsumsi makanan yang berdarah. Amalan yang dilaksanakan dalam khalud adalah samadiah dan tahlil dalam setaiap waktu. Sementara itu, yang sangat berat untuk dijaga adalah salama mengikuti khalud tidak diperbolehkan untuk berkomunikasi walau sepatah kata pun karana intu merupakan puasa Kalam (menahan diri untuk berbicara). “ternyata saya dapat berpuasa kalam salama satu bulan” kata tgk. Muhammad Kudra yang barusaja menyelasiskan khaludnya dalam bulan Ramadan ini. “disini kita dilatih untuk sabar” tambanya.
Tidak semua orang dapat menyelasaikan Khalud selama penuh satu bulan, akan tetapi karena didasari dengan keyakinan yang penuh untuk beribadat dalam bulan suci Ramadan leleki yang masih terbilang muda itu dapat menyelesaikannya dengan baik. “sudah dua kali saya melaksanakan khalud” kata pria kelahiran 1985 itu. Walau badanya tampak kurus karena setelah sebulan berpuasa lahir dan batin, akan tetapi dia masih menggantung harapan untuk dapaat mengikuti tahun depan.
Ketiga, beuet (mengaji); dilakukan dalam kompleks dayah setelah salat dhuha. begai kitab yang dijadikan referensi serta berbagai hokum diperdebatkan untuk mencari titik tememunya. Lembaran-lebaran kitab tanpa baris itu mereka kaji secara mendalam dengan memadukan seluruh ilmu penunjang untuk untuk melabarkan penjelasan. Puasa bukan menjadi halangan untuk menyantap firman-firman tuhan.
Yang terakhir adalah syafari Ramadan; kegiatan ini diprakasai oleh santri danganpersyaratan minimal telah menduduki kelas lima. Kegiatan iini tergabung dalam aliansi yang mereka sebut HAMAS (Himpunan Mahasiswa dan Santri). Para peserta syfari Ramadan dikirim keseluruh wilayah Aceh. Syafari Ramadan bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah ditiba did ayah kepada masyarakat awam yang masih sengant keterbatasan kognitif dalam bidang keagamaan. Di samping itu juga sebagai ajang latihan para santri untuk mengadaptasi dengan dunia nyata.