Rabu, 11 November 2009

Bunga Senja

Bunga Senja
dulu…
dirimu pelipur lara
menghiasi jagat raya
terjaga, berharga, dan terpelihara
terjaga dari jamahan tangan berbisa

pagar
iman, taqwa

dinding
besi, baja

jauh
laut, samudra

selalu terpanjar nur rabbana
harum semerbak, mbak sedap malam

tetapi sekarang sirna…
mahkota yang berharga
menjadi sarang laba-laba

bebas…
siapa saja boleh juga
menggoda,
merasa,
meraba,
bahkan mengotorinya

sulit
sulit
sulit
sulit mencari yang sempurna
walau di taman bunga

semua telah tercuca
harum meninggalkannya
semua telah layu
dan sirna
ya
sirna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pesan Anda